letakkan judul posting didepan nama

kali ini saya akan membagikan tips yang ke 2, untuk tips dan trik yaitu:

mencari ide untuk mengisi website dari wp.com

wordpress.com merupakan salah satu provider gratisan yang menyediakan pengelompokan bedasarkan tag. Oleh karenanya anda dapat memanfaatkan fasilitas tag dari WP.COM untuk mencari ide guna mengisi website anda.

misalnya untuk situs humor yang merupakan salah satu jenis situs yang digemari pengunjung. Anda tidak perlu repot-repot menulis cerita lucu dari awal, anda bisa menerjemahkan atau menegdit cerita cerita yang sudah ada.

untuk mencari bahan cerita lucu anda bisa mencoba http://wordpress.com/tag/jokes-and-humor/. halaman ini akan menampilkan banyak artikel cerita lucu. untuk mencari kategori lain anda cukup mengganti URL dibelakang kata tag, misal anda ingin mencari kategori politik anda tinggal mengganti menjadi seperti ini http://wordpress.com/tag/politic/. begitu seterusnya untuk semua kategori yang anda inginkan.

 

ok selamat mencoba semoga mendapat apa yang anda inginkan ­čÖé

sumber sukaonlinegratis

Dipublikasi di tips-trik | Tag | Meninggalkan komentar

Letakkan Judul Posting di Depan Nama Blog untuk SEO

Agar judul posting ini lebih jelas maksudnya, silahkan lihat pada tab browser anda di atas. Judul posting ini berada di depan kemudian disusul nama blog di belakangnya. Begitu pula nantinya tampilan dalam query search engine. Apabila judul blog berada di depan, maka prioritasnya akan berbeda serta pengunjung yang sedang melakukan pencarian tidak dapat melihat judul posting secara lengkap, karena biasanya bagian belakang akan terpotong apabila baris judul panjang. Hal ini tentu tidak baik bagi SEO. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di tips-trik | Tag , | Meninggalkan komentar

Menilik Layanan Kesehatan BPJS

kabarberitanews-Perjalanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan memasuki tahun kedua sejak diluncurkan. BPJS Kesehatan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 sebagai transformasi PT Asuransi Kesehatan Indonesia (Persero) dalam memberi jaminan kesehatan. Peserta BPJS adalah peserta PT Askes Indonesia, PT Jamsostek, program Jaminan Kesehatan Masyarakat, program Penerima Bantuan Iuran, dan peserta mandiri.

Animo masyarakat untuk menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan cukup besar. Data terbaru, peserta BPJS Kesehatan mencapai 142 juta orang. Proyeksi tahun 2015, jumlah peserta meningkat menjadi 168 juta orang dengan 30 juta orang merupakan pekerja penerima upah (PPU).

Komposisi opini peserta BPJS juga tecermin dari jajak pendapat Kompas. Dari 592 responden jajak pendapat Litbang Kompas di 12 kota, 53,5 persen telah mengikuti BPJS Kesehatan. Komposisinya, lebih dari 60 persen pegawai negeri sipil dan pensiunan.

Namun, dari 317 responden yang menjadi peserta program JKN BPJS Kesehatan, hanya 39,1 persen yang menyatakan puas terhadap layanan BPJS. Sebanyak 42,9 persen responden pengguna layanan BPJS Kesehatan masih menyatakan tidak puas. Ketidakpuasan tersebut berdasarkan pada pengalaman mereka dalam berbagai hal, mulai dari kerumitan prosedur untuk mendapatkan layanan sejak pendaftaran keanggotaan hingga saat pemeriksaan.

Peserta BPJS tak bisa bebas memilih fasilitas kesehatan (faskes) karena program JKN menggunakan pola rujukan berjenjang. Pasien diharapkan berobat terlebih dahulu ke faskes tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik, ataupun dokter keluarga. Jika membutuhkan layanan lebih lanjut dari dokter spesialis, pasien akan dirujuk ke faskes yang tingkat layanannya lebih tinggi.

Masalah lain, masih sedikit faskes yang bekerja sama dengan BPJS. Hal ini kerap mengakibatkan antrean panjang pasien untuk mendapat pelayanan kesehatan. Bahkan, antrean panjang pun terjadi ketika warga hendak mendaftarkan diri sebagai peserta di kantor cabang BPJS Kesehatan.

Fasilitas kesehatan

Data BPJS Kesehatan menyebutkan, pada triwulan I-2015, ada 14.619.528 kunjungan di faskes tingkat pertama. Dari data itu, 2.236.379 kunjungan dirujuk dari pelayanan primer (puskesmas) ke tingkat pelayanan sekunder (rumah sakit). Sebanyak 214.706 kunjungan di antaranya merupakan rujukan nonspesialistik. Itu berarti seharusnya kasus itu tak perlu dirujuk dan bisa diselesaikan di faskes tingkat pertama atau primer.

Salah satu penyebab munculnya kasus rujukan nonspesialistik adalah kapasitas sumber daya manusia di faskes tingkat pertama belum memadai. Tingginya angka rujukan yang tidak perlu itu mengakibatkan penumpukan pasien di rumah sakit sebagai tingkat layanan sekunder, yang sampai kini masih terjadi. Pelayanan menjadi terganggu karena panjangnya antrean, sementara sumber daya manusia di rumah sakit terbatas.

Saat ini, peserta BPJS PPU mencapai 33,9 juta peserta, terdiri dari PPU swasta; PPU PNS, TNI, dan Polri aktif; serta pensiunan. Rasio klaim BPJS Kesehatan 2014 mencapai 103,88 persen. Artinya, klaim yang harus dibayar pada program Jaminan Kesehatan Nasional lebih besar dibandingkan dengan iuran yang diperoleh. Karena itu, Dewan Jaminan Sosial Nasional mengusulkan kenaikan iuran bagi semua kelompok peserta.

Iuran

Kondisi yang belum optimal dalam menjaring kerja sama dengan faskes dan banyak peserta potensial yang belum dirangkul, ditambah kualitas layanan yang belum memuaskan, membuat publik menilai iuran belum layak dinaikkan. Dari 53,7 persen responden yang tidak setuju iuran BPJS Kesehatan dinaikkan, 58,8 persen merupakan peserta dan 39,3 persen belum menjadi peserta.

Menyelesaikan masalah yang dihadapi BPJS Kesehatan tidak cukup dengan menaikkan iuran peserta. Harus ada evaluasi komprehensif antara lembaga Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan BPJS Kesehatan. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan di faskes, baik di jenjang primer maupun lanjutan.

Perbaikan mutu layanan dan kualitas sumber daya manusia di faskes primer perlu diprioritaskan agar pengobatan dapat dilakukan lebih awal dan lebih cepat. Dengan demikian, faskes yang lebih tinggi tidak terbebani dan semua faskes diberdayakan secara optimal dan merata.

 sumber

Dipublikasi di kabar seputar indonesia | Meninggalkan komentar

Studi Terbaru: Kualitas Kesehatan Masyarakat Dunia Terus Menurun

kabarberitanews-The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), organisasi independen dan merupakan bagian dari University of Washington, mengungkapkan analisa terbaru yang dilakukan terhadap 301 penyakit dan cedera di 188 negara, penduduk di seluruh dunia kini memiliki rentang hidup yang lebih lama. Tapi mereka harus menjalaninya dengan kesehatan yang buruk seperti yang ditunjukkan dengan angka penderita penyakit dan cedera nonfatal-termasuk diabetes dan kehilangan pendengaran-yang menurun lebih lambat daripada angka kematian.

Dengan menghitung jumlah tahun yang diderita dengan disabilitas, atau YLD, para peneliti dari seluruh dunia telah mengukur dampak masalah kesehatan yang menyebabkan gangguan mobilitas, pendengaran, maupun penglihatan, atau rasa sakit yang luar biasa tetapi tidak fatal.

Pada 2013, nyeri punggung bawah dan gangguan depresi utama termasuk dalam 10 penyebab YLD terbesar di setiap negara. Penyebab utama global lainnya meliputi sakit leher, gangguan kecemasan, sakit kepala migrain, dan diabetes. Penyebab utama penyandang disabilitas menahun tetap stabil selama periode ini, tetapi jumlah korbannya terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan populasi dan rentang hidup yang semakin panjang.

YLD per orang meningkat di 139 dari 188 negara selama rentang 1990 hingga 2013, artinya lebih banyak orang menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi kesehatan yang buruk. Gangguan muskuloskeletal, dikombinasikan dengan cedera fraktura dan jaringan lunak, menyumbang seperlima dari total YLD global pada 2013, dengan jumlah yang bervariasi mulai dari 11% di Mali hingga 30 persen di Korea Selatan. Gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang juga telah menyebabkan 20 persen dari total YLD global yang bervariasi antara 15 persen di Jerman hingga 37 persen di Qatar.

“Insiden global, regional, dan nasional, prevalensi, serta tahun-tahun yang diderita dengan disabilitas untuk 301 penyakit akut dan kronis, serta cedera di 188 negara, periode 1990-2013: analisis sistematik untuk Global Burden of Disease Study 2013” adalah studi pertama yang meneliti jangkauan, pola, serta tren kemunduran kesehatan nonfatal di seluruh dunia.

Diterbitkan di The Lancet pada 8 Juni, studi ini dilakukan oleh konsorsium peneliti internasional yang mengerjakan proyek Global Burden of Disease yang dipimpin oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington (Universitas Washington).

Menurut penulis utama studi tersebut Profesor Theo VOS dari IHME, banyak negara di seluruh dunia telah membuat kemajuan besar dalam mengatasi penyakit fatal, tetapi justru penyakit nonfatal-lah yang menjadi ancaman serius berikutnya dalam hal beban penyakit.

“Desakan untuk mengatasi penyakit dan cedera nonfatal ini semakin meningkat seiring bertambahnya populasi dan meningkatnya rentang hidup penduduk,” ungkap dia dalam siaran pers.

Studi tersebut juga mengungkapkan antara tahun 1990 dan 2013, YLD telah meningkat secara global, dari 537,6 juta di 1990 menjadi 764,8 pada 2013 untuk kedua jenis kelamin. Pria dan wanita di seluruh dunia mengalami penyebab utama YLD yang sama, kecuali untuk penyakit skizofrenia yang menjadi penyebab utama bagi pria, dan gangguan muskuloskeletal bagi wanita.

Gangguan muskuloskeletal, gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang, gangguan neurologis, dan penyakit pernapasan kronis menjadi penyebab utama YLD di 2013. Beban penyakit dari sakit punggung bagian bawah dan depresi telah meningkat lebih dari 50 persen sejak 1990.

Para peneliti menemukan bahwa dengan semakin bertambahnya umur seseorang, mereka akan mengalami lebih banyak penyakit yang disebabkan oleh penyakit dan cedera nonfatal. Banyak orang juga menderita komplikasi penyakit. Jumlah orang yang menderita 10 penyakit atau lebih meningkat menjadi 52 persen. Dan tidak hanya orang tua yang mengalaminya. Meskipun dampak YLD meningkat seiring usia, dari 2,3 milyar orang yang menderita lebih dari lima penyakit, 81 persen-nya berusia di bawah 65 tahun.

Para peneliti juga menemukan hanya beberapa penyakit dengan jumlah yang relatif sedikit justru memiliki dampak besar. Ada dua penyakit akut – yang berdampak bagi orang dalam waktu kurang dari tiga bulan – yang menyebabkan 20 milyar kasus penyakit baru secara global di 2013: infeksi saluran pernapasan atas (18,8 milyar) dan diare (2,7 milyar).

Hanya terdapat delapan kasus penyakit kronis – yang berdampak bagi orang dalam waktu kurang dari tiga bulan – yang menyerang lebih dari 10% populasi dunia. Ini mencakup sakit kepala tipe tegang dan anemia karena kekurangan zat besi.

Pada 2013, perang dan konflik juga menjadi penyebab utama YLD di beberapa negara, termasuk El Salvador, Libanon, Guatemala, Peru, dan Suriah. Di tiga negara – Kamboja, Nikaragua, dan Ruanda – perang menjadi penyebab utama YLD.

Penyebab utama yang lain dari YLD di beberapa kawasan lain meliputi cedera pascajatuh (Eropa Tengah), asma (termasuk 10 penyebab utama di banyak negara Amerika Latin), dan ketagihan opium (termasuk 5 penyebab utama di beberapa negara Timur Tengah). Kondisi nonfatal memang belum menjadi sumber beban penyakit yang dominan di kawasan sub-Sahara, Afrika seperti yang terjadi di bagian dunia yang lain, tetapi dampaknya terus meningkat sejak 1990.

Direktur IHME, Dr Christopher Murray menambahkan penyakit yang menyakiti seseorang belum tentu menjadi penyebab kematiannya.

“Seiring dengan penyakit nonfatal dan penyakit sejenis yang menyerang lebih banyak orang dari segala rentang usia, negara harus lebih memperhatikan kebijakan dan anggaran belanja kesehatan untuk mengatasi kondisi tersebut,” pungkas dia.

 sumber

Dipublikasi di Berita Dunia, kabar seputar indonesia | Tag | Meninggalkan komentar

7 Makanan yang bisa menyokong kesehatan pria

kabarberitanews – Pola makan yang buruk bahkan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada pria, termasuk disfungsi ereksi, pemulihan otot setelah olahraga, depresi, gangguan kognitif, infertilitas, dan masih banyak lagi. Nah, berikut adalah beberapa makanan yang bisa menyokong kesehatan tubuh pria. Yuk simak bersama!

1. Tiram

Tiram mengandung seng dan kekurangan seng dapat meningkatkan masalah kesuburan dan penyakit prostat. Kebutuhan seng untuk pria adalah 11 mg per hari. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di kabar seputar indonesia, olahraga | Tag | Meninggalkan komentar

Dinas Kesehatan Kobe Kritik Rumah Sakit Transplantasi Hati Dua WNI Meninggal

TOKYO – Dinas Kesehatan Pemerintah Kobe mengkritik keras Kobe International Frontier Medical Center (KIFMC). Antara Desember 2014 sampai Juni 2015, lima dari sembilan pasien yang menjalani operasi transplantasi donor hati meninggal dunia.

Dari lima pasien yang meninggal dunia, dua di antaranya adalah warga negara Indonesia. Kritik itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kobe, Miki Takashi, kepada wartawan, Jumat (12/6/2015).

“Komplikasi donor setelah operasi tidak dilaporkan ke tim komisi keselamatan rumah sakit. Bukan hanya itu, operasi Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita Dunia, kabar seputar indonesia | Tag | Meninggalkan komentar

Metallica Tampil di X Games Galang Dana Korban Banjir Texas

Kabarberitanews-Pekan lalu (6/6/2015) Metallica tampil di X-Games 2015, di Austin Texas, bersama musisi lainnya seperti Nicki Minaj, Talib Kweli, Kid Ink, Pennywise dan Joywave.

Banyak pengamat menilai penampilan Metallica layak disebut sebagai soundtrack dari X Games. Kepada Man Cave Daily, Kirk Hammett sang gitaris mengatakan, bahwa ia melihat adanya kesamaan antara musik Metallica dengan festival Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita Dunia, kabar seputar indonesia, olahraga | Tag | Meninggalkan komentar