Batu Permata Sebagai Perhiasan Dalam Perspektif Umum Dan Islam

batukabarberitanews-Euforia dalam masyarakat saat ini salah satunya adalah dengan merebaknya perhiasan berupa batu mulia yang sering kita temui, hal ini ditandai dengan peminat batu yang meningkat drastis dari berbagai kalangan, baik dari pejabat, kalangan selebriti, pengusaha hingga tukang becak atau buruh dari santri hingga kyai dan bertammbahnya intensitas perbincangan hangat tentang batu dalam interaksi sosial hingga menjamurnya pengolahan batu dan pedagang batu yang mudah kita jumpai dipasar, emperan toko bahkan ada dadakan membuka usaha batu atau penggosokan batu dirumah. Apakan salah satu dari kita temasuk didalamnya ? sejauh mana manfaat atau mudharat yang kita dapat dari fenomena ini ?

Jika kita lihat salah satu fungsi batu mulia bagi manusia adalah sebagai perhiasan. Perhiasan yang dimaksud, untuk mendukung penampilan , menambah estetika, memiliki nilai investasi dan juga sebagaian diantaranya dapat menunjukan identitas pemiliknya. Adapun bentuk hiasan yang ada, bisa beraneka ragam mengikuti selera, mulai dari batu permata, rough specimen atau berupa bongkahan, ornamental, curving ( ukiran ), suiseki, termsuk batu gambar.

Termasuk batu mulia adalah semua jenis mineral berbentuk batu, baik organik maupun inorganik, yang dimuliakan atau dianggap mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ada sekitar 300 jenis mineral batuan yang telah diidentifikasi, namun hanya 130 spesies mineral batuan yang bisa disebut batu mulia. Dari jumlah tersebut , hanya 20 spesies diantaranya dianggap sebagai batu mulia yang lazim digunakan dan diperdagangkan. Ada beberapa syarat batuan tersebut bisa disebut batu mulia diantaranya adalah : keindahan batu yang memiliki intensitas warna alami, kilauan, kejernihan dan pancaran sinar yang merupakan daya tarik batu mulia. Selain itu, fenomena yang sangat menarik dan diantaranya adalah efek bintang ( asterim ) pada ruby dan sapphire permainan warna pada opal. Daya tahan : batu mulia harus memiliki skala kekerasan ( hardness ) yang cukup tinggi sehingga tidak mudah pecah dan terbelah, dan stabilitas atau tidak mudah beruabah karna panas, bahan kimia dan pemakaian yang bekepemanjangan dan ini berkaitan erat dengan ikatan atom-atom dalam kristal : kelangkaan, batu mulia harus memiliki nilai eksklusivitas, yaitu kelimpahannya dibumi yang sedikit dan tidak mudah untuk ditemukan. Proses penemuan batu mulia biasanya harus melewati proses eksplorasi yang membutuhkan waktu dan biaya serta pengorbanan lainya sampai membentuk perhiasan.

Walaupun demikian, tidak semua jenis batua yang indah, tahan lama, dan langka pasti disebut sebagai batu mulia. Ada jenis batuan organik seperti koral, amber, mutiara, dan kulit penyu hijau sebenarnya cukup rapuh atau memiliki kekerasan yang rendah tetapi dikategorikan sebagai batu mulia karna keindahan dan kelangkaannya. Pada dasarnya seluruh jenis batu mulia memiliki keindahannya masing-masing, seperti warna, kejernihan, dan fenomena sehingga unsur keindahan menjadikan hal utama dalam pengkategorian batu mulia.

Beberapa jenis batu mulia yang memiliki nilai keindahan dan investasi tinggi diantaranya adalah Ruby, Blue shapirre, Emerald ( zamrud ), jadeite jade ( giok ), spinel, garnet ( demantoid, tsavorite, spessartite), alexsandrite, imperial topas, paraiba tourmaline. Ada juga jenis batu mulia dari indonesia yang memiliki kualitas baik memiliki nilai ekonomi tinggi seperti black opal ( kalimaya ) banten, Amethys ( kecubung ) kalimantan, green chalcedony ( hijau garut ), chrysocola chalcedony (batu bacan), juga picture agate (batu gambar) yang identik. Walaupun memiliki nilai yang tinggi dalam perdagangan, batu mulia lebih bersifat terbuka independen dan tidak dibawah kendali siapapun, tidak seperti perdagangan intan dunia yang dikendalikan oeh DTC. Harga batu mulia juga terus meningkat seiring dengan semakin tingginya permintaan. Disisi lain potensi ditambang-tambang semakin menipis. Walaupun demikian, para investor belum menganggap batu mulia sebagai komoditi investasi yang likuid dan menguntungkan. Subjektifitas pemahaman orang terhadao batu mulia tidak seperti pemaham mereka terhadap intan dan ema. Sehingga standar harga batu mulia belum bisa terbentuk.

Berkaitan batu permata dengan batu permata didalam islam sudah banyak yang membahasnya, diantaranya adalahh dalam kitab tuhfah Al Habib’ala Syarhi Al khitab karya Al Bujairi dan beberapa kitab lainya yang menyebutkan tidak ada perbedaan pendapat kebolehan memakai batu permata sebagi cincin dikarnakan tidak ada nash Quran maupun hadist yang melarang.

Dari pembahasan teresebut ada beberapa varian batu permata yang disebutkan diantaranya adalah : al yaqut (ruby), menurut Al burjairimi dalam kitabnya tuhfah mengambil dari bahasa persia yang telah dimasukan dalam perbendaharaan bahasa arab. Sayyidina Ali RA yang termasuk mengenakan permata ini dan salah satu kitab fiqih karya Al imam Al ‘Alamah ahmad bin Umar as syathiri menamai karyanya yagut An Nafis fi Madzab ibni idris salah satu rujukan dalam madzhab imam syafi’i. Ruby yang terbaik termsuk bau mulia termahal; zabarjad (peridot), memiliki warna hijau muda kekuningan, pada masa peradaban islam, batu ini pernah menjadi batu termahal pada pemerintahan utsman diturki dan digunakan untuk menghiasi sorban. Batu Az Zumurrud (emerald) disebut pula batu jamrud dalam Al Mu’jam al wasith yang berwarna hijau termasuk dalam mineral beryl dan merupakan salah satu batu yang memiliki niai sangat tinggi; Aqiq didalam Al Mu’jam Al Must al fiqhiyah disebut sebagai batu merah yang diperoleh diyaman atau dipesisir laut tengah dan dari beberapa refrensi gemstone yang kita temui mengarah kepada varian batu carnelian chalcedony dan bisa menyebutnya batu sulaiman atau batu yahman. Batu Al Marjan adalah jenis batu permata alami yang dibentuk oleh karang kuno. Nama yang tepat untuk karang fosil karang ‘agatized karang’ atau ‘agatized fosil karang’, karena selama pembentukan , sisa-sisa karang secara bertahap diganti dengan batu akik, barbagai alami kalsedon, atau mikrokristalin kuarsa. Dalam kitab Al Mu’jaman Al Musthalat Al Fiqhiyah disebutkan bahwa Al marjan adalah jenis binatang laut berwarna merah sebagian menyebutkan sebagai tumbuhan yang membantu. Al fairus (turquoi, pirus) Turqoise adalah batu berwarna biru langit atau hijau dari aluminium dasar yang mengandung tembaga dan besi telah dihargai sebagai batu permata selama ribuan tahun. Nama “turqoise” berasal dari bahasa perancis “turqueise” yang berarti batu turki, karena pertama kali diangkut ke Eropa melalui bangsa turki. Turquoise digunakan oleh orang mesir kuno dan Aztec sebagai batu permata perhiasan dan batu hias, diperoleh di Iran, Afganistan juga gurun sinai mesir. Al Billaur (crystal) disebutkan Al Mu’jam Al Wasith sebagai batu putih yang transparan. Al lu’lu’ (pearl, mutiara) mutiara adalah batu permata organik yang dibentuk oleh moluska bercangkang; terutama bilvalved tiram dan kerang. Batu permata yang telah diolah menjadi cincin batu mulia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu bahkan kebiasaan memberi dan menerima cincin dalam pernikahan ternyata sudah dimulai sejak lebih dari 4.800 tahun lalu.

Cincin, atau dalam bahasa arabnya khatm, buka merupakan hal yang baru. Memakai cincin juga termasuk hal yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW dan para sahabat, dan bukankan nabi Muhammad adalah contoh dan juga teladan bagi umat islam dalam segala hal ? tradisi memakai cincin merupakan sunnah nabi Muhammad SAW, bahakan dicritakan bahwa nabi sulaimana dan nabi daud juga memakai cincin.

Dari umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan, Rasulla shallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, kemudian abu bakar, kemudian umar, kemudian dipaka utsman, hingga akhirnya kecemplung disumur air Arisy. Ukiranya bertuliskan muhammad rasulullah. (HR.Bukhari 5873, muslim 2091,nasai 5293, dan yang lainya)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di kabar seputar indonesia, kajian islami dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s