Studi Terbaru: Kualitas Kesehatan Masyarakat Dunia Terus Menurun

kabarberitanews-The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), organisasi independen dan merupakan bagian dari University of Washington, mengungkapkan analisa terbaru yang dilakukan terhadap 301 penyakit dan cedera di 188 negara, penduduk di seluruh dunia kini memiliki rentang hidup yang lebih lama. Tapi mereka harus menjalaninya dengan kesehatan yang buruk seperti yang ditunjukkan dengan angka penderita penyakit dan cedera nonfatal-termasuk diabetes dan kehilangan pendengaran-yang menurun lebih lambat daripada angka kematian.

Dengan menghitung jumlah tahun yang diderita dengan disabilitas, atau YLD, para peneliti dari seluruh dunia telah mengukur dampak masalah kesehatan yang menyebabkan gangguan mobilitas, pendengaran, maupun penglihatan, atau rasa sakit yang luar biasa tetapi tidak fatal.

Pada 2013, nyeri punggung bawah dan gangguan depresi utama termasuk dalam 10 penyebab YLD terbesar di setiap negara. Penyebab utama global lainnya meliputi sakit leher, gangguan kecemasan, sakit kepala migrain, dan diabetes. Penyebab utama penyandang disabilitas menahun tetap stabil selama periode ini, tetapi jumlah korbannya terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan populasi dan rentang hidup yang semakin panjang.

YLD per orang meningkat di 139 dari 188 negara selama rentang 1990 hingga 2013, artinya lebih banyak orang menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi kesehatan yang buruk. Gangguan muskuloskeletal, dikombinasikan dengan cedera fraktura dan jaringan lunak, menyumbang seperlima dari total YLD global pada 2013, dengan jumlah yang bervariasi mulai dari 11% di Mali hingga 30 persen di Korea Selatan. Gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang juga telah menyebabkan 20 persen dari total YLD global yang bervariasi antara 15 persen di Jerman hingga 37 persen di Qatar.

“Insiden global, regional, dan nasional, prevalensi, serta tahun-tahun yang diderita dengan disabilitas untuk 301 penyakit akut dan kronis, serta cedera di 188 negara, periode 1990-2013: analisis sistematik untuk Global Burden of Disease Study 2013” adalah studi pertama yang meneliti jangkauan, pola, serta tren kemunduran kesehatan nonfatal di seluruh dunia.

Diterbitkan di The Lancet pada 8 Juni, studi ini dilakukan oleh konsorsium peneliti internasional yang mengerjakan proyek Global Burden of Disease yang dipimpin oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington (Universitas Washington).

Menurut penulis utama studi tersebut Profesor Theo VOS dari IHME, banyak negara di seluruh dunia telah membuat kemajuan besar dalam mengatasi penyakit fatal, tetapi justru penyakit nonfatal-lah yang menjadi ancaman serius berikutnya dalam hal beban penyakit.

“Desakan untuk mengatasi penyakit dan cedera nonfatal ini semakin meningkat seiring bertambahnya populasi dan meningkatnya rentang hidup penduduk,” ungkap dia dalam siaran pers.

Studi tersebut juga mengungkapkan antara tahun 1990 dan 2013, YLD telah meningkat secara global, dari 537,6 juta di 1990 menjadi 764,8 pada 2013 untuk kedua jenis kelamin. Pria dan wanita di seluruh dunia mengalami penyebab utama YLD yang sama, kecuali untuk penyakit skizofrenia yang menjadi penyebab utama bagi pria, dan gangguan muskuloskeletal bagi wanita.

Gangguan muskuloskeletal, gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang, gangguan neurologis, dan penyakit pernapasan kronis menjadi penyebab utama YLD di 2013. Beban penyakit dari sakit punggung bagian bawah dan depresi telah meningkat lebih dari 50 persen sejak 1990.

Para peneliti menemukan bahwa dengan semakin bertambahnya umur seseorang, mereka akan mengalami lebih banyak penyakit yang disebabkan oleh penyakit dan cedera nonfatal. Banyak orang juga menderita komplikasi penyakit. Jumlah orang yang menderita 10 penyakit atau lebih meningkat menjadi 52 persen. Dan tidak hanya orang tua yang mengalaminya. Meskipun dampak YLD meningkat seiring usia, dari 2,3 milyar orang yang menderita lebih dari lima penyakit, 81 persen-nya berusia di bawah 65 tahun.

Para peneliti juga menemukan hanya beberapa penyakit dengan jumlah yang relatif sedikit justru memiliki dampak besar. Ada dua penyakit akut – yang berdampak bagi orang dalam waktu kurang dari tiga bulan – yang menyebabkan 20 milyar kasus penyakit baru secara global di 2013: infeksi saluran pernapasan atas (18,8 milyar) dan diare (2,7 milyar).

Hanya terdapat delapan kasus penyakit kronis – yang berdampak bagi orang dalam waktu kurang dari tiga bulan – yang menyerang lebih dari 10% populasi dunia. Ini mencakup sakit kepala tipe tegang dan anemia karena kekurangan zat besi.

Pada 2013, perang dan konflik juga menjadi penyebab utama YLD di beberapa negara, termasuk El Salvador, Libanon, Guatemala, Peru, dan Suriah. Di tiga negara – Kamboja, Nikaragua, dan Ruanda – perang menjadi penyebab utama YLD.

Penyebab utama yang lain dari YLD di beberapa kawasan lain meliputi cedera pascajatuh (Eropa Tengah), asma (termasuk 10 penyebab utama di banyak negara Amerika Latin), dan ketagihan opium (termasuk 5 penyebab utama di beberapa negara Timur Tengah). Kondisi nonfatal memang belum menjadi sumber beban penyakit yang dominan di kawasan sub-Sahara, Afrika seperti yang terjadi di bagian dunia yang lain, tetapi dampaknya terus meningkat sejak 1990.

Direktur IHME, Dr Christopher Murray menambahkan penyakit yang menyakiti seseorang belum tentu menjadi penyebab kematiannya.

“Seiring dengan penyakit nonfatal dan penyakit sejenis yang menyerang lebih banyak orang dari segala rentang usia, negara harus lebih memperhatikan kebijakan dan anggaran belanja kesehatan untuk mengatasi kondisi tersebut,” pungkas dia.

 sumber

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita Dunia, kabar seputar indonesia dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s